NECKY

Explore Your World Through Knowledge

Archive for the ‘Renungan’ Category

Tulisan untuk menggugah hati nurani manusia

Masih Adakah Keadilan di Negeri Ini?

Posted by n3ki on November 13, 2010

source:eramuslim.net

Sudah habis perbendaharaan kata untuk mengungkapkan kerumitan atas keadilan di negeri ini. Salah satunya adalah Sukartinah Maruzar yang kini berusia 69, cicit Pangeran Dipenogoro. Beliau menceritakan soal rumahnya di Jalan Blitar 3, Menteng, Jakarta, yang terancam diambil alih pihak lain. Read the rest of this entry »

Posted in Berita, Renungan | Tagged: , , , , , , , | Leave a Comment »

Papa Juga Manusia

Posted by n3ki on December 4, 2009

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.. akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa? Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu? Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian? Read the rest of this entry »

Posted in Renungan | Tagged: , , , , , , , | 1 Comment »

Bagaimana ISLAM Mendidik Anak Lelaki?

Posted by n3ki on October 23, 2009

theboysMembesarkan anak laki-laki berarti menyiapkan seorang tangguh yang kelak mampu memikul beban, laksana menyirami dan merawat bibit pohon berbatang besar dan berdaun lebat yang kelak mampu menaungi tumbuh-tumbuhan kecil di sekitarnya.

Membesarkan anak laki-laki berarti menanamkan semua makna diatas ke dalam jiwanya yang paling dalam. Sehingga kelak makna-makna tersebut dipahami dan mengalir di dalam darahnya serta mengarahkannya menjadi seorang lelaki sejati pembela para wanita di sekitarnya, ibu, saudara perempuan, istri dan anak perempuannya.

  1. Menanamkan Iman Yang Kuat. Menanamkan dan memeliharan keimanan di hati anak merupakan pekerjaan sepanjnag hayat.
  2. Membiasakan Sholat Lima Waktu Berjamaah Di Masjid. Rasullulah tidak pernah melaksanakan sholat fardhu di rumah. Sesibuk apapun urusannya, beliau pergi ke masjid begitu mendengarazan berkumandang. Read the rest of this entry »

Posted in Renungan | Tagged: , , , , | 1 Comment »

Ramadhan…Bulan Penuh Berkah

Posted by n3ki on August 22, 2009

Setiap memasuki bulan Ramadhan, beberapa temen saya menyambutnya dengan senang. Mereka semua senang sebab bulan Ramadhan menurutnya adalah bulan yang penuh dengan berkah.

Bagi penggiat ekonomi (baca penjual), bulan ini dimaknai dengan tingkat penjualan yang meningkat fantastis. Di lain sisi, ada rasa keprihatinan bagi pemuka agama karena seharusnya di bulan ini kita semua seharusnya berlomba-lomba mencari keuntungan yang berlipat untuk urusan akhirat.

Bulan Ramadhan sangat spesial karena di dalamnya ada satu malam yang nilainya lebih baik dari 1000 bulan yakni Malam Lailatul Qadar. Belum lagi ganjaran untuk sholat-sholat sunnah yang bernilai berkali lipat dibandingkan kalau dilakukan di bulan lainnya.

Mengutip sebuah tulisan yang diambil dari salah satu situs online berita tentang tingkat konsumtif masyarakat dalam kaitannya dengan bulan Ramadhan dikatakan bahwa hal tersebut karena “Pemborosan konsumsi makanan, konsep mudik, budaya kemewahan di hari raya sampai kesalahan manajemen THR oleh para karyawan” (oleh Moh. Arifin Purwakananta-Direktur Program Dompet Dhuafa)

Lepas dari meningkatnya konsumsi masyarakat, dari sudut ekonomi bulan ini merupakan anugrah bagi sebagian masyarakat yang tadinya tidak memiliki penghasilan namun menjadi punya penghasilan karena berjualan.

Dapat kita lihat menjelang buka puasa, terdapat puluhan hingga ratusan penjual dadakan menjajakan es kelapa muda, kolak pisang, dsb yang sebelumnya tidak ada menjual apapun. Mereka berjualan karena ada pasar yang menginginkan hal tersebut. Tidak mungkin terjadi penjualan apabila memang tidak ada pembelinya.  Yang pasti bagi penjual dadakan itu adalah mendapatkan keuntungan yang mungkin tidak seberapa jumlahnya.

Pro dan Kontra akan ada di setiap kejadian, marilah kita melihat nilai positif bagi seluruh lapisan masyarakat kita. Biarkan mereka mencari keberkahan lewat caranya masing-masing.

Selamat berpuasa untuk semua rekan-rekan muslim

Ciputat, 22 Agustus 2009

http://www.n3ki.wordpress.com

Posted in Renungan | Tagged: , , | 1 Comment »

Life Begin At Forty

Posted by n3ki on July 2, 2009

Assalamualaikum,

Mungkin mendengar kosa kata pada judul di atas udah ga asing di kuping kita semua. Namun kalo kita tanya sama teman, saudara, dll, jawabannya ngga ada yang seragam akan arti kosa kata tersebut.

Ada yang mengartikan perjalanan karir seseorang ditentukan pada saat umur kita mencapai 40. Apabila pada umur segitu anda belum ‘menjadi orang’ (definisinya ‘menjadi orang’ juga masih rancu sih) dapat dikatakan anda adalah ‘loser’.

Banyak yang bilang pengertian umumnya adalah secara materi (baca: kaya), yakni sudah memiliki tempat tinggal sendiri, kendaraan sendiri, investasi ada, tabungan banyak, karir yang menanjak, dan sebagainya.

Namun ada yang nakal dengan menyatakan umur-umur segitu adalah saatnya puber kedua. Kelakuan menjadi seperti kembali saat masih duduk di bangku sma atau kuliah. Bisa jadi (kalau yang menikah saat usia muda) mungkin bersaing dengan anaknya sendiri dalam berpenampilan….

Usia 40 tahun, kita seharusnya makin bersyukur dengan segala rahmat dan kesehatan yang telah diberikan oleh-Nya. Rasulullah saja mulai menyebarkan ajaran islam hingga akhir hayatnya pada usia 40 tahun.

Yang manapun pengertian anda tentang “Life Begin At Forty”, yang terpenting menurut saya adalah bagaimana kita dapat memberikan manfaat kepada orang dengan segala hal yang kita miliki saat ini.

Wassalamualaikum,

Ciputat, 02 Juli 2009 jam 00.01

https://n3ki.wordpress.com

Posted in Renungan | Tagged: , , | Leave a Comment »

Mengisi Liburan Dengan Tepat

Posted by n3ki on June 29, 2009

kawah putihKetika musim liburan anak sekolah tiba, para orang tua sibuk merencanakan dan mengatur cuti mereka agar dapat meluangkan waktu bersama anak-anak tercinta. Itu pula yang membuat saya berpikir keras dalam merencanakan liburan kali ini.

Perencanaan yang dibuat untuk kali ini tergolong sedikit rumit karena alokasi dana yang tersedia tidak banyak bahkan dapat dikatakan cukup minim. Setelah melakukan diskusi dengan istri, maka dipilihlah kawasan wisata KAWAH PUTIH.

Perjalanan ke Kawah Putih yang terletak di kabupaten Bandung setelah kota Ciwideuy menghabiskan waktu sekitar 3-4 jam dari Jakarta lewat Tol Cipularang dan dilanjutkan Tol Padaleunyi. Anda harus EXIT di Kopo (tol padaleunyi) dan menuju kota Soreang.

Meskipun anda belum pernah ke kota Ciwideuy, jangan khawatir tersesat karena rambu menuju Ciwideuy cukup jelas. Setelah melewati Ciwideuy, ikuti rambu yang menyatakan arah Situ Patengan. Perjalanan menuju kawasan kawah putih dari jalan raya (belok kiri dari jalan utama) kira2 15 menit dari pembayaran retribusi (satu orang dikenakan biaya Rp.10.000).

Ada 2 pilihan, yakni mobil anda di parkir persis di sebelah pintu karcis retribusi dan melanjutkan perjalanan dengan naik angkot atau mobil anda gunakan sendiri hingga kawah putih. Saran saya apabila mobil yang digunakan sedan…lebih baik naik angkot sajalah karena jalan menanjak yang cukup terjal dan kondisi jalan yang cukup buruk untuk dilalui.

Sesampai di lokasi kawah putih, Subhanallah….pemandangan yang menakjubkan. Hamparan putih luas dengan bau belerang yang cukup menyengat hidung. Sayang….belum lama menikmati pemandangan, cuaca berubah menjadi hujan. Seketika itu pula orang-orang pun mencari tempat berteduh. Namun…ada pemandangan lain yakni asap yang timbul akibat jatuhnya air hujan di danau (genangan air).

Selepas dari Kawah Putih, saya ajak anak-anak ke Situ Pateungan yang hanya menempuh 5-10 menit saja. Keadaan cuaca sungguh berbeda, karena tidak ada hujan sama sekali alias kering kerontang. Meskipun belum lama istirahat, rasa lelah masih belum terasa apalagi melihat anak-anak gembira dengan pengalamannya. Malah, anakku yang paling kecil (umur 3,5 tahun) berkomentar “Aku senengg…banget lho”

“Nyess….” bagaikan diberi semangat baru sayapun mengajak berputar naik perahu mengelilingi situ. Tukang perahu mintanya Rp.15.000,- per orang atau Rp.200.000,- untuk menyewa perahu. Setelah nego, akhirnya dapat harga ‘kekeluargaan’ sewa perahu menjadi Rp.130.000,-

Di Situ tersebut kami sampai jam 4 sore, rencana mau mampir ke kota Bandung akhirnya kami batalkan karena takut kemalaman (dan ternyata keputusan tersebut cukup tepat). Kami mampir di Rest Area KM 61, untuk sholat dan makan malam.

Ternyata dengan budget yang seadanya, anak-anak bisa gembira dan senang. Memang benar kata orang, kalau kita sedang terdesak maka cara berpikir kita dapat lebih kreatif.

Posted in Renungan | Tagged: , , , | Leave a Comment »

Hikmah Bencana

Posted by n3ki on March 30, 2009

Innalillahi wa inna lillayhi rojiun,

Sedih rasanya mengikuti berita tragedi Situ Gintung. Tsunami kecil (compare kejadian beberapa tahun yang lalu di Aceh) kata orang-orang yang selamat dari musibah itu. Sudah 3 hari berlalu, angka korban yang meninggal mulai mendekati angka 100 orang sementara orang yang masih hilang tercatat lebih dari 100 orang juga. Umur, Rezeki dan Jodoh memang hanya menjadi rahasia Allah semata. Namun kewajiban semua manusia adalah berusaha sekuat mungkin berbuat yang terbaik.

Di balik cerita sedih ada juga cerita yang membuat hati ini senang ketika melihat orang-orang yang bahu membahu membantu materil dan moril di lokasi kejadian. Mudah2an mereka semua mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT. Read the rest of this entry »

Posted in Renungan | Tagged: , , | Leave a Comment »

Sebutir Kurma Penjegal Doa

Posted by n3ki on March 6, 2009

Usai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke Masjidil Aqsa. untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat Masjidil Haram. Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya. Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa.
Read the rest of this entry »

Posted in Renungan | Tagged: , , | Leave a Comment »